SIMPANG LIMO BENGKULU

AvatarTempat berbagi cerita tentang Bengkulu. Berharap menjadi salah satu sumber informasi mengenai daerah ini. Selamat membaca...

Tari-Tarian dari Rejang Lembak

oleh: Herman


Tari adalah salah satu seni dan merupakan produk kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Suku Rejang adalah salah satu suku terbesar yang ada di propinsi Bengkulu. Jika Anda sedang berkunjung atau berwisata ke Bengkulu, tak ada ruginya untuk menikmati hasil kebudayaan daerah ini yang tak kalah bagusnya dibanding yang berasal dari daerah lain, dan ikut memperkaya kebudayaan Nusantara. Berikut ini adalah daftar tari-tarian yang dimiliki oleh suku Rejang yang berada di daerah Rejang Lembak:

a. Tari Senjang
b. Tari Layang-Layang
c. Tari Kain
d. Tari Piring 40
e. Tari Piring 12
f. Tari Tari Pisau/Siwar
g. Tari Sabung
h. Tari Selasih
i. Tari Cerai Kasih
j. Tari Lingkung Tanjung
k. Tari Satu Dua
l. Tari Mak Inang
m. Tari Payung
n. Tari Jin Kambas
o. Tari Ujan Panas
p. Tari Silampari
q. Tari 4 Saudara
r. Tari Terkukung
s. Tari Srilala
t. Tari Rakrai
u. Tari Ribu-Ribu
v. Tari 3 Serangkai
w. Tari Nasib Serawak
x. Tari Indung-indung
y. Tari Turak (Penyambutan)
z. Tari Balai (Tari Adat)

Pengurutan tari-tarian di atas sesuai dengan sumbernya, yakni dokumen Notulen Lokakarya Pembakuan Tari Adat dan Busana Adat Resmi Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu 03 Desember 2005 lalu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong bekerjasama dengan Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong adalah panitia pelaksana dari kegiatan lokakarya yang berlangsung sejak pukul 09.00 - 20.00 WIB itu. Metode yang digunakan dalam acara ini berupa:

  • Peragaan Tari Penyambutan dan Tari Kejei oleh Sanggar Bumei Pat Petulai sebagai sanggar Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong.
  • Diskusi dengan membagi 2 kelas, yaitu kelas Rejang Ulu dan Kelas Rejang Lembak untuk pengumpulan data dan Penetapan tari Adat.
  • Penggabungan kelas Rejang Ulu dan Rejang Lembak untuk pembakuan tari ada dan busana resmi Kabupaten Rejang Lebong.


Peserta lokakarya adalah mereka yang masuk dalam unsur tokoh-tokoh adat kabupatan Rejang Lebong, BMA Kecamatan, serta seniman dan budayawan yang ada di kabupaten ini.

Catatan:
Terima kasih untuk Henny Trianingsih Chandra, yang melalui orang tuanya telah melobi Bupati Rejang Lebong untuk mendapatkan dokumen sumber serta mengirimkannya ke saya lebih dari setahun lalu.

9 komentar:

Selasa, Juni 16, 2009 1:48:00 PM Heryan Tony mengatakan...

Lestarikan budaya asli.
Saya sedih banyak kesenian daerah yang mengalami kepunahan. Terutama di tempat saya.

Selasa, Juni 16, 2009 2:17:00 PM Herman mengatakan...

Ada pertanyaan yang masih perlu untuk kita jawab bersama.Apakah kebudayaan (dalam wujud seni tari, nyanyian, kebiasaan, nilai sosial, dsb.) itu punah karena pengaruh budaya asing yang bertubi-tubi menghajar kebudayaan nenek moyang kita ataukah generasi muda sekarang yang tak mau tahu pada kebudayaan leluhurnya sehingga emoh untuk melestarikannya? Atau, apakah karena orang-orang yang lebih tua yang tak mau menurunkannya kepada generasi muda? Apakah faktor kemiskinan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan orang lebih memilih "mencari makan" daripada melestarikan budaya sebab melestarikan budaya belum bisa menjamin orang untuk bisa makan dengan selayaknya?

Pada sisi yang lain, saya melihat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah nilai sosial sampai ke desa-desa sehingga membuat sesuatu yang penting dan tidak penting menjadi bergeser. Misalnya, lebih penting menonton sinetron atau acara musik di TV daripada mengaji bersama di salah satu rumah warga. Contoh lain, dulu di pedesaan, kalau ada yang hajatan--menikah, misalnya--maka penduduk sedesa akan bahu membahu memberikan bantuan apa saja sehingga semua merasa bahwa itu adalah hajatan milik bersama. Sekarang justru orang mulai tidak mau melibatkan semua warga untuk mempersiapkan hajatan sebab membayara semacam event organizer dianggap jauh lebih mudah.

Dalam kaitannya dengan pelestarian budaya daerah, pertanyaan-pertanyaan saya di muka bisa menjadi refeleksi kita bersama

Jumat, Juli 03, 2009 11:01:00 PM Rajorio mengatakan...

banyak yang di buat basing kek Ketua BMA Kadirman Dalam Lokakarya tari tuh

Senin, Juli 06, 2009 3:30:00 PM Herman mengatakan...

Rojario,

terima kasih sudah memberi komentar. Akan senang sekali kalau sanak ini mau bercerita hal-hal yang ada di balik pembakuan tari-tarian dan juga kesenian lainnya di Bengkulu, khususnya dari Rejang.

Kami tunggu informasi yang lebih banyak dan lebih valid lagi.

Selasa, Agustus 25, 2009 12:30:00 AM ansav mengatakan...

Saya sependapat dengan bung Heryantony. menghadapi fenomena pengakuan budaya Indonesia oleh negara tetangga, mungkin dengan postingan kayak gini mampu menjaga atau sebagai referensi buat pemerintah yang agak lamban dalam menyelesaikan masalah ini.

Senin, April 26, 2010 9:41:00 AM Cara Dapat Uang mengatakan...

TErnyata banyak sekali tarian daerah kita

Minggu, November 13, 2011 1:23:00 AM bahri_jepara mengatakan...

http://www.jeparadisemebeland.com mkch gan infonya salam kenal gan..

Selasa, September 11, 2012 11:51:00 AM obyektif-magazine mengatakan...

Salam kenal dan salam persaudaraan. Makasih info tarinya. Saya tunggu kunjungan baliknya di: OBYEKTIF.COM trims.

Salam kompak:
Obyektif Cyber Magazine
(obyektif.com)

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar, tetapi yang relevan dengan posting yang ingin Anda komentari. Jangan pernah menjadikan ruang komentar ini untuk beriklan.

 

Mailing List Blogger Bengkulu

Sebelum mendaftar, silahkan membaca dulu persyaratannya di sini.