SIMPANG LIMO BENGKULU

AvatarTempat berbagi cerita tentang Bengkulu. Berharap menjadi salah satu sumber informasi mengenai daerah ini. Selamat membaca...

Tamang, Bini, Kakek dan Nenek

oleh: Herman

Dalam bahasa Indonesia, orang tua dari ayah dan ibu kita disebut kakek (untuk laki-laki) dan nenek (untuk perempuan). Tidak demikian panggilan itu pada masyarakat tempat saya lahir, yakni Kaur. Bagi masyarakat Kaur Tengah dan Kaur Selatan yang memiliki satu bahasa, sebutan bagi keduanya adalah Tamang dan Bini. Akan tetapi, panggilan ini menyesuaikan dengan jenis kelamin si cucu, apakah laki-laki ataukah perempuan.

Jika seorang cucu itu laki-laki, maka ia akan memanggil kakeknya dengan sebutan Tamang, dan memanggil neneknya dengan sebutan Bini. Demikian sebaliknya, jika si cucu itu adalah perempuan, maka ia akan memanggil kakeknya dengan sebutan bini dan memanggil neneknya dengan sebutan Tamang.

Di daerah lain di Bengkulu, panggilan kakek dan nenek ini pun berbeda-beda sesuai dengan bahasanya yang memang beraneka. Bagi mereka yang berasal dari daerah Talo, panggilan kakek dan nenek adalah sama, yakni niniek. Hanya saja untuk kakek dipanggil Niniek Lanang (lanang: laki-laki), dan nenek dipanggil Niniek Tino (tino: perempuan). Dalam bahasa Rejang (untuk suku Rejang di daerah Kepahyang dan Bengkulu Utara), kakek dipanggil Datuk, dan nenek dipanggil Andung.
Di daerah kota Bengkulu sendiri, kakek dipanggil Datuk, dan nenek juga dipanggil Nenek.

Ada banyak panggilan untuk menyapa kakek dan nenek. Demikian pula untuk paman, bibi, kakak, dan lainnya dalam ikatan keluarga orang Bengkulu. Saya akan menjelaskannya pada postingan yang lain. Anda ingin menambahkan sebutan kakek dan nenek dalam beberapa bahasa daerah Bengkulu selain tersebut di atas?

2 komentar:

Kamis, Desember 06, 2007 1:27:00 PM Fetro mengatakan...

Jadi ingat tamang di Tanjung Iman :) mudah2an tenang di Alam Sana

Jumat, Desember 07, 2007 1:48:00 PM Herman mengatakan...

Tulisan ini kubuat dalam keadaan rindu pada Tamang. Alhamdulillah masih bisa merayakan lebaran tahun ini bersamanya, meski tidak di Kaur, tapi di Bengkulunya. Bahkan sempat mengabadikannya dalam bentuk foto (salah satunya di blog ini).

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, tetapi yang relevan dengan posting yang ingin Anda komentari. Jangan pernah menjadikan ruang komentar ini untuk beriklan.

 

Mailing List Blogger Bengkulu

Sebelum mendaftar, silahkan membaca dulu persyaratannya di sini.